Karir Singkat Jorge Lorenzo
Biodata Jorge Lorenzo
Apa kabar Blogger?Sekarang saya akan membahas sedikit tentang pembalap dunia moto gp Jorge lorenzo atau sering disapa dengan JL99.Berikut data lengkap nya!!
| Nama lengkap | Jorge Lorenzo |
|---|---|
| Tempat & tanggal lahir | Palma de Mallorca Spanyol 4 Mei Februari 1987 |
| Berta & Tinggi Badan | 171 cm/ 64kg |
| Warga negara | Spanyol |
| Orang tua | Jose Manuel Lorenzo (ayah) – Maria Guerrero (ibu) |
| Saudara | Laura (saudara perempuan) |
Perjalanan Karir Lorenzo
2002 – 2004 – Selama tiga musim di kelas 125cc Jorge Lorenzo tidak sempat mencicipi juara di kelas ini. Prestasi terbaik yang berhasil ia capai adalah posisi ke-4 klasemen musim 2004, dan juga sekaligus musim terakhir ia di kelas tersebut.
2005 – 2007 – Naik ke kelas 250cc Lorenzo semakin menunjukkan kematangannya sebagai seorang pembalap. Musim pertama ia berhasil meraih posisi ke-5 diakhir musim, memasuki musim kedua dan ketiganya di kelas 250cc Lorenzo semakin tak terbendung. Dua kali juara di kelas 250cc berturut-turut yaitu tahun 2006 bersama Aprilia dan 2007 dengan Honda.
2008 – 2017 – Dengan prestasi gemilang di kelas 250cc, tentunya pembalap yang berjuluk X-Fuera ini tidak ingin berlama-lama dan ingin merasakan atmosfir persaingan di kelas MotoGP. Tahun 2008 Lorenzo resmi naik kelas ke MotoGP dan hingga musim 2016 tiga kali gelar Juara Dunia MotoGP telah berhasil ia koleksi.
Dan dia dapat menyabet juara dunia Moto GP sebanyak lima kali 2006 dan 2007 di kelas 250cc dan 2010,2012,2015 di kelas moto gp.
2017 2018 sekarang JL 99 masuk ke team DUCATI TEAM besama rekan se tim nya Andrea Dovisioso.
Jorge Lorenzo butuh 24 balapan MotoGP untuk mencatat kemenangan perdananya bersama Ducati. Meski demikian, pembalap asal Spanyol itu dinilai sebagai sosok yang berkontribusi besar dalam kebangkitan Ducati.
Momen kebangkitan Ducati terjadi pada MotoGP 2017. Itu adalah musim perdana di mana Lorenzo baru tiba dari Yamaha. Namun, bukan Lorenzo yang jadi aktor utama di balik kebangkitan Ducati. Andrea Dovizioso yang jauh lebih disorot.
Itu karena Dovi mampu jadi pesaing Marc Marquez dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2017. Meski pada akhirnya hanya jadi runner-up, Dovi tetap menuai pujian berkat kesuksesannya merangkai enam kemenangan dari delapan kali naik podium.
Di MotoGP 2018, justru Lorenzo yang gantian menunjukkan tajinya. Tercatat, sudah empat podium, tiga di antaranya adalah kemenangan, yang mampu diamankan pembalap asal Spanyol itu. Sayangnya, MotoGP 2018 justru jadi musim terakhir Lorenzo bersama Ducati.
"Membawa Jorge bersama kami di tim selama 20 bulan, plus enam balapan yang masih tersisa, telah memberi kami keuntungan luar biasa. Kami telah memahami banyak hal soal motor. Saya percaya bahwa banyak pekerjaan yang kami lakukan adalah hasil teori yang ia bawa ke meja," ujar CEO Ducati, Claudio Domenicali, dikutip GPOne.
Ducati sendiri mengaku bahwa mereka merasa terlambat menawarkan perpanjangan kontrak kepada X-Fuera. Saat tawaran dilayangkan, ternyata Lorenzo telah menyegel kesepakatan untuk memperkuat Honda di musim 2019 dan 2020.
Kemenagan tiga kali beruntun di Ducati
"Ia memahami bahwa ia bisa menang atau setidaknya berjuang di setiap lintasan. Saya juga melihat Jorge yang berbeda dengan masa lalu. Ia memperlihatkan daya saing dan tekad luar biasa. Ini bukan sentimentalisme, tapi saya yakin kami telah melakukan kerja sama dengan baik," ia menambahkan.
"Ini bukan masalah yang berkaitan dengan komunikasi atau anggaran. Hari ini kami memiliki motor yang sangat kompetitif, terima kasih juga atas investasi yang kami lakukan. Saya percaya kepada Jorge, dalam beberapa bulan terakhir, telah menyadari potensi dirinya dengan motor ini," kata Domenicalli.
2019 Bisa dibilang karir terburuk Jorge Lorenzo selama di moto Gp sehabis Ia Big Crash tepat di tikungan pertama circuit Aragon 2018
Pada tahun 2019 Lorenzo memutuskan untuk pindah ke Team Honda Repsol dan satu Team bersama Marc Marquez.
Meski dirundung banyak cedera, sulit tampil kompetitif, hingga akhirnya memutuskan pensiun dari MotoGP akhir musim ini, Jorge Lorenzo menegaskan bahwa Honda Racing Corporation (HRC) dan Repsol Honda telah membantunya sebaik mungkin demi kompetitif.
Saat tiba di Honda, Lorenzo merasa langsung nyaman mengendarai RC213V versi 2018 dalam masa uji coba, namun sekalinya Honda menyajikan RC213V versi 2019 yang lebih bertenaga, Lorenzo seolah kehilangan arah. Berbagai cedera juga mempersulitnya beradaptasi.
Tapi, Jorge Lorenzo mengaku ia sama sekali tak dianaktirikan Honda, yang juga menaungi Marc Marquez. "Saya rasa mereka sudah bekerja sebaik mungkin. Mereka juga tahu bahwa mereka sudah berusaha. Tapi kami terhalang oleh regulasi yang ketat: mesin, elektronik, dan lainnya," ujarnya via BT Sport.
17 November 2019 tepatnya hari minngu adalah hari terakhir bagi Lorenzo balapan, Jorge Lorenzo memutuskan untuk pensiun dini dari moto gp.
Jorge Lorenzo telah memecah kesunyiannya untuk berbicara, dalam sebuah wawancara dengan 'BT Sport', tentang alasan yang membuatnya menggantung helmnya dan meninggalkan MotoGP. Setidaknya untuk saat ini dan sebagai pembalap pemula, karena desas-desus tentang kemungkinan kembali ke paddock sebagai tester Yamaha masih terbang di atas lingkungan.
"Cedera mempercepat keputusan saya untuk pensiun. Bila tak cedera, saya akan tetap berusaha untuk menjadi pembalap Honda. Ketika kami mulai, saya mengalami lima cedera serius. Terakhir kali, saya memukul kepala, saya tidak dapat mengingat apa pun," kata Lorenzo, dikutip dari Marca.
Lorenzo mengalami cedera parah setelah kecelakaan hebat di Assen. Akibat kecelakaan itu, Lorenzo mengalami cedera retak tulang belakang.
"Itu adalah serangkaian kombinasi: sepeda tidak cocok dengan gaya saya. Saya juga kurang bersabar untuk menunggu satu atau dua tahun lagi, karena usia saya baru 32 tahun," kata Jorge Lorenzo.
"Saya mengalami cedera tulang belakang. Ini berbahaya, karena Anda bahkan bisa lumpuh karena itu. Saya merasa bahwa saya harus lebih berhati-hati, saya tidak ingin jatuh lagi," kata Lorenzo.
Selain kecelakaan di Assen, Jorge Lorenzo sebelumnya juga jatuh di Barcelona.
"Setelah jatuh di Barcelona dan melihat hasil pemeriksaan, sejak saat itu saya mulai takut jatuh. Tak lama setelah itu, kecelakaan di Assen terjadi. Lalu saya bertanya apa yang kulakukan di sini. Sempat berpikir untuk melanjutkan balapan lagi, tapi tidak menemukan alasan yang tepat," katanya.
#THANKYOUJORGE
Ok sahabat blogger hanya ini yang bisa saya sampaikan,and see you next time!!!









Komentar
Posting Komentar